Home > Artikel, Serba-Serbi > Mengapa emas akan terus naik ? (bag.3)

Mengapa emas akan terus naik ? (bag.3)

Coba buka dompet anda dan perhatikan salah satu uang kertas yang anda punya. Misalkan yang ada di dompet anda saat ini bernilai 50.000 rupiah. Kenapa bernilai 50rb ?… jika anda menjawab karena uang tersebut memang bernilai 50ribu, pendapat anda-pun ada benarnya, karena memang ada tertulis nilai di uang tersebut. Namun bagaimana jika selembar uang kertas tersebut tidak ada tulisan apapun, dan masih berwarna putih. Masihkah kita akan menganggap sebagai uang bernilai 50ribu ?. pastilah anda akan berkata….. “kalau belum ada di tulis apapun  berarti juga tidak bernilai” alias nol.  Memang sebenarnya uang kertas bernilai nol, dia menjadi bernilai karena ada lembaga ataupun pemerintah yang menjamin bahwa kertas tersebut menjadi ada nilainya.

Dari berbagai sumber yang saya dapatkan, biaya cetak selembar uang 100 USD hanya 4sen (atau hanya 0,04% nilainya) jika misalkan saya membeli tanah anda seharga US$ 10.000 (sekitar 90juta rupiah) sebenarnya saya hanya membayar anda US$ 4 (sekitar 9.000 rupiah) inilah gap perpindahan kekayaan yang tidak adil. Ada orang yang punya tanah dan ada orang yang punya setumpuk kertas maka bisa disamakan nilainya. Kalau Negara penjaminnya tidak terpercaya ?. maka habislah kekayaan pemegang kertas tersebut.

Dan saat ini, jumlah uang kertas di cetak dengan tanpa dijamin oleh persediaan emas, karena memang tinggal cetak/print selesai. Coba kalau mesti di jamin oleh persediaan emas, musti nyari tambang emas dulu lalu explorasi dan kegiatan tambang lain yang memerlukan susah payah.

Berikut saya sampaikan jumlah uang di bank sentral Amerika The FED yang saya ambil dari situsnya.


Garis berwarna merah merupakan uang yang sangat liquid atau dalam istilahnya Monetary base. Uang ini terdiri dari uang koin dan juga kertas yang ada di bank sentral dan bank-bank komersial dan juga uang yang beredar di masyarakat. Dan perhatikan pada tahun 2008 yang meningkat sangat drastis karena krisis supreme mortgage di Amerika. Dan di cetak dengan sangat banyak. Dan grafik biru merupakan seluruh uang monetary base ditambah dengan uang-uang lainnya yang kurang liquid menyangkut  giro, deposito, travel check, dll. Dipakai juga sebagai indicator untuk inflasi. Lihatlah grafik pertumbuhannya dari sekitar US$1000B di tahun 1980 menjadi hampir US$9000 di tahun 2010. Baca juga mengenai inflasi.

Jumlah uang kertas yang semakin membengkak secara perlahan namun pasti akan turut mematikan uang kertas itu sendiri. Karena jumlahnya yang melimpah maka daya belinya akan berkurang, baca juga bag 1 dan bag 2

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: