Home > Artikel > Menabung Deposito untung atau rugi ?

Menabung Deposito untung atau rugi ?

Sobat pembaca mbemas.com rupanya bukan hanya yang sudah mendiversikan tabungannya ke emas saja. Namun masih banyak yang belum melakukan action untuk memindahkan sebagian tabungannya ke emas. Hal ini dapat saya tangkap dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul kepada saya baik itu di YM, inbox Facebook, SMS, email, handphone, maupun langsung face to face. Beberapa pertanyaan yang bisa saya rangkum diantaranya berbunyi seperti berikut :

1.       Masak sih mas, emas lebih menguntungkan di bandingkan Deposito ?.

2.       Menabung di Deposito di jamin oleh pemerintah  .

3.       Menabung deposito kan sudah jelas pasti untungnya. Di janjikan dapat bunga oleh bank ataupun bagi hasil oleh bank syariah.

Guna menjawab keingin tahuan sobat-sobat tadi saya akan sampaikan beberapa hal yang barangkali bisa dijadikan pemikiran yang rasional agar pemahaman tentang tabungan deposito dan juga emas ini bisa terjawab dengan baik.

Kebetulan di sebelah saya ini masih ada Koran terbitan ibukota yang belum sempat saya baca, padahal sudah tertanggal 1 Februari 2011 dan saya membuka di halaman ekonomi mengenai suku bunga Deposito. Agar memudahkan kesamaaa dalam sudut pandang saya mengambilnya untuk suku bunga Deposito dengan jangka waktu 1 tahun. Dari seluruh data yang tersaji Suku Bunga Deposito tertinggi adalah 6,75% dan terendah 5%. Kebanyakan Bank bisa memberikan suku bunga Deposito sebesar  6%.

Katakankah kita memilih bank yang memberikan suku bunga 6,75%. Dan kita sudah mafhum bahwa jika uang kita diatas 7,5juta, bunga deposito yang kita terima dari bank dikenai pajak oleh pemerintah yang besarnya 20%. Sehingga 6,75%-20% =5,4%. Jadi kita hanya akan mendapatkan bunga 5,4% dari uang kita selama setahun !.

Untungkah kita dengan mendapatkan bunga 5,4% tersebut  ?.  dari jumlah rupiah yang kita terima memang meningkat, tapi bagaimana dari sisi daya beli ?

Untuk menjawabnya saya sampaikan ke pembaca data dari BPS (badan pusat statistic). Menurut data yang di lansir oleh BPS dalam situs resminya. Inflasi year on year January 2010 ke Januari 2011 sebesar 7,02%. Rata2 barang  yang dibeli dengan rupiah kita telah naik sebesar itu. Karena daya beli rupiah kita melemah terhadap barang2 riil.

Uang yang kita tabung di Deposito dengan kenaikan jumlah rupiah yang 5,4% tadi dikurangi dengan inflasi yang 7,02%. Berarti uang rupiah kita KEHILANGAN DAYA BELINYA sebesar 1,62%. Sobat…. Maunya kita nabung untung tapi ternyata justru bunting 1,62%.

Jika simpanan Deposito dijamin oleh Pemerintah lalu siapa yang menjamin simpanan emas ?. Memang hingga 2 milyar Rupiah simpanan di Bank akan dijamin oleh Pemerintah, namun siapa yang bisa menjamin dari penurunan daya belinya ?.  Apakah Pemerintah juga menjamin bahwa uang yang kita simpan tidak merosot daya belinya ?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: