Home > Analisa Harga, gold > Suku bunga naik, emas ikutan naik

Suku bunga naik, emas ikutan naik

Pada hari selasa, 8 Februari 2011 lalu, di pasar New York di perdagangkan mengalami kenaikan yang sangat significant $ 15,9 menjadi 1364. Hanya saja untuk pasar kita di Indonesia emas tidak naik seperti di pasar Dunia yang sedrastis itu dikarenakan penguatan kurs Rupiah kita menguat terhadap US$. Hal ini menurut berbagai analis yang bersumber pada thestreet.com bahwa kenaikan ini di picu oleh kenaikan suku bunga di China hingga 25basis poin (0,25%/th). Rupanya kenaikan Suku Bunga di china ini dipicu oleh meningkatnya inflasi di Negeri itu yang mencapai 4,6%. Dan langkah serupa ternyata juga dilakukan oleh Bank Sentral kita di awal bulan ini dengan kenaikan yang sama pula yaitu 25basis poin. Dikarenakan inflasi kita juga melampaui perkiraan, yaitu 7,01%.

Kenapa bank-bank sentral ini pada ramai-ramai menaikkan suku bunga, saat inflasi meningkat ?. Jawabannya adalah Bank sentral tersebut tidak ingin investor yang sudah memegang mata uangnya tidak memindahkan ke mata uang lain. Ataupun asset lain. Seandainya kita saat ini memegang Rupiah, dengan inflasi 7%, bukankah daya beli uang kita turun 7% ?. Rugi dong pemegang uang kertas kita. Sebelum dinaikkan BI rates kita 6,5%, dengan inflasi 7% ada selisih 0,5%, namun dengan dinaikkan 0,25%. Selisihnya hanya 0,25%. Loh tapi kok masih ada selisih 0,25% ya !!!. Biarlah para ahli ekonomi yang memikirkannya. Malah yang kita tahu kalo menabung di Deposito ruginya 1,62% (lihat di pembahasan sebelumnya).

Kembali ke Pasar Dunia, China saat ini sudah sangat diperhitungkan dalam tatanan ekonomi Dunia, dengan naikknnya suku bunga 25 basis poin di China membuat Indeks dolar AS tergelincir 0,11% menjadi $ 77,96. Pelemahan US$ inilah yang berakibat pada penguatan emas, dan juga penguatan mata uang lainnya, seperti euro dan juga Rupiah kita. (baca juga US Index).

Sejak dihapuskannya keterkaitan antara emas dan uang kertas pada tahun 1971 oleh Presiden Amerika Richard Nixon, maka kurs mengambang diberlakukan. Sehingga mata uang sangat rentan sekali fluktuasinya. Sedikit saja Gejolak di Negara satu akan segera merembet ke Negara lain.

Sejak perang Dunia ke-2, masih menurut artikel di thestreet.com Seluruh mata uang Dunia dikaitkan dengan US$, dan US$ dikaitkan dengan cadangan emas. Sehingga saat itu US$ sangat stabil fluktuasinya. Namun sejak ditinggalkannya keterkaitan itu. Inilah yang terjadi. Emas melesat dari $35/oz menjadi hampir $1400/oz saat ini. Dan juga US$ yang terus melemah.

Sobat, mumpung ini hari jum’at renungkan kembali jika masih memiliki banyak asset/hasil jerih payah dalam bentuk uang kertas ataupun apapun namanya namun nominasinya bernama “uang kertas”

(share-kan jika ini bermanfaat ke orang lain, klik saja salah satu social netwotk kegemaran Sobat dibawah ini)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: