Home > Analisa Harga > Isu harga emas akan anjlok, bagaimana menyikapi ?

Isu harga emas akan anjlok, bagaimana menyikapi ?

Pernahkah anda membaca artikel atau pendapat yang mengatakan bahwa harga emas saat ini terancam turun dengan “sangat besar”?.  Beberapa sobat bahkan memberikan link-link yang mensupport penyataan tersebut.  Beberapa email yang masuk ke saya-pun juga menanyakan hal yang sama. Intinya mereka semua pingin tahu apakah benar sih emas akan turun banyak ?.

Berikut akan saya uraikan pendapat pribadi saya yang mudah-mudahan bisa memberikan jawaban atas kepenasaran dari beberapa sobat saya yang menanyakannya. Namun saya tidak bertujuan untuk mempengaruhi anda semua dalam menentukan investasi. Karena investasi haruslah anda sesuaikan dengan karakter anda sendiri agar anda nantinya tidak menyesal di kemudian hari. Dan untuk hal ini ada dalam ebook Mahir Berinvestasi Emas yang saat ini sudah update versi yang ke-5.

Tulisan-tulisan yang menyampaikan bahwa emas tahun ini akan turun dengan sangat besar, mengacu pada kejadian pada tahun 1980-an lalu, ataupun juga pada tahun 2008. Yang mana pada era 80-an emas pernah di harga US$800, lalu terperosok hingga US$300, dan pada 2008-2009 emas pernah pada puncak tertingginya di harga US$1000 lalu turun ke angka US$670-an. Dan mereka yang percaya emas akan turun karena mengatakan saat ini sudah sangat tinggi dan harga emas sudah kelewat batas atas, biasa di istilahkan over bought. Sehingga amat sangat mungkin untuk turun. Untuk lebih jelasnya silakan lihat pada chart dibawah ini.

Tanda panah hijau menunjukkan saat-saat emas pada masa penurunan. Dan tanda panah Biru, saat harga sudah sangat tinggi dan dipredikasikan juga akan turun.

Para pemberi opini bahwa emas akan turun disamping harga yang sudah sangat tinggi tadi, dengan asumsi orang yang pegang emas akan melepas emasnya untuk ambil untung juga  salah satunya adalah terjadinya kemandekan ekonomi. Memang sejarah sudah membuktikan bahwa saat perputaran ekonomi seret, “sotomatis” (otomatis, red) harga komoditas juga akan merosot. Sebab siapa yang mau beli kalau daya beli masyarakat juga menurun !. Dan juga ingat peristiwa 2008 saat krisis ekonomi menghempas Amerika. Dunia panic dengan memborong US$, seluruh mata uang Negara lain jatuh terhadap mata uang Negerinya mas Obama ini. Mata uang Uni Eropa, euro terpental dari US$1,6 menjadi US1,2-an. Apalagi rupiah kita terjerembab ke Rp1200 per US$. Jangankan mata uang yang terbuat dari kertas, Emas yang keliaunya sangat di damba setiap insan-pun juga ikut-ikutan jatuh harganya.

Nah saya hanya ingin mengingatkan ke Sobat semuanya. Itu semua kan terjadi di luaran sono, jika kita membeli emas dengan US$. Atau jika Anda membeli emas dengan cara kontrak berjangka, seperti halnya forex trading. Namun yang jelas di Indonesia, Negeri kita tercinta kalaulah ada penurunan tidak se-drastis itu, karena kita memakai Rupiah yang ternyata juga sebagai bemper harga emas. Walaupun emas dalam US$ turun, ternyata harga di Indonesia bisa saja tetap. Karena nilai rupiah kita juga turun terhadap US$.

Saat saya dulu masih di bangku SD Pada 1980-an, dan saat itu harga emas dunia lagi turun, Pemerintah kita mendevaluasi mata uang kita, sebesar 40%. Sayangnya saya tidak punya data statistic yang pasti berapa harga emas saat itu di Indonesia jika dibeli dengan Rupiah. Dan juga pada 2008 lalu saat harga emas turun drastic, Rupiah kita juga turun drastic. Jadi imbang kan ?!. Kita beli emas dengan rupiah tidak begitu besar perubahannya jika dibandingkan dengan US$.

Dan anda perlu ingat juga bahwa saat masa penurunan emas tahun 1980-an, Negera seperti china dan india belum mengoleksi emas, mereka impor emas hanya untuk perhiasan saja. Namun kini ?. mereka ingin menyedot emas untuk menggantikan US$ dalam bank sentralnya juga. Bahkan menfasilitasi Rakyat di Negaranya untuk bisa memiliki emas dengan mudah. Ingat ke-2 Negara ini mempunyai penduduk terbanyak di Dunia. China dengan 1,336 Milyar dan India 1,189. Jika di jumlahkan keduanya sudah lebih dari 36,5% atau lebih dari  sepertiga penduduk Bumi. Dan  Kita2 yang di Indonesia juga belum semarak seperti saat ini. Dulu masyarakat kita yang kenal emas hanya para orang tua, namun kini internet merubah semuanya, dengan media Internet berita akan sangat cepat menyebar. Dengan jumlah penduduk yang menempati peringkat 4 Dunia, 241 juta orang juga patut diperhitungkan, dalam mempengaruhi harga emas Dunia.

Maka lihatlah ketika bulan Ramadhan lalu orang2 berburu emas hingga terjadi kelangkaan, bahkan emas bersertifikat terpercaya, saat ini juga masih susah ditemukan, kalaupun ada harganya melebihi harga dari produsennya.

Inti pokoknya yang ingin saya katakan adalah, jangan takut jika ada orang menakut-nakuti, dan jangan terlalu pede juga dengan berspekulasi dengan hutang dalam berinvestasi emas. Karena bisa saja harga emas memang benar-benar turun. Bersikap wajar dan kontinyu adalah modal yang paling baik dalam berinvestasi. Semoga !

  1. yakasaki
    October 30, 2011 at 5:44 pm

    sementara “nunggu” harga emas turun..(*/kapan?),
    rupiah yg “tersisa” dikonversi ke perak (dirham) saja.. ^_^

  2. October 31, 2011 at 6:29 am

    oentoek bang yakasaki…
    jawabnya seperti lagunya koes ploes
    kapan… kapan…
    .
    oentoek konversi ke perak ( dirham )… cerdas itu bang
    seperti kata pepatah…
    tidak ada rotan… akarpun jadi

  3. November 1, 2011 at 1:33 am
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: