Home > Analisa Harga > Berinvestasi emas……….. cukup belajar dari sejarah

Berinvestasi emas……….. cukup belajar dari sejarah

Pada bulan Nopember ini, ada beberapa postingan di media internet dan juga media terbitan yang mengulas tentang komoditas emas, yang intinya menyikapi fenomena antusiasme masyarakat mengenai investasi yang satu ini, Tahun ini emas begitu booming dan menjadi pembicaraan dimana-mana.  Kalau biasanya tulisan-tulisan yang ada bersikap mengajak pembaca untuk berinvestasi di emas, namun tulisan-tulisan yang saya temui akhir-akhir ini mengajak pembaca untuk  hati-hati dalam berinvestasi emas. Karena menurut penulisnya emas seperti juga halnya komoditas yang lain bisa naik, namun juga bisa turun. Dan harganya berfluktuatif.

Tulisan-tulisan yang mengajak berpikir realistis mengenai investasi emas  disikapi oleh pembacanya dengan sangat beragam, bahkan di comment postingan yang dikemukakan membuat kita yang membaca  tergelitik. “hmmmm sampai segitunya, mempertahankan pendapatnya”. Hingga saling ejek antar pembuat comment. Hal ini barangkali karena dari judul artikelnya  juga sangat menantang. Seperti “Jangan terlena rayuan emas”,  “Takhayul tentang Emas”. Bagi orang yang “pro” dengan emas sebagai investasi pastilah membaca judul artikel tersebut seperti tersengat lebah. Wow… kaget. Padahal akhir2 ini di negeri kita bahkan di belahan Negara lain lagi “in” investasi yang satu ini.

 

Bagi Anda yang lebih nyaman dan yakin dengan investasi emas sebenarnya tidak perlu gusar dengan tulisan-tulisan tersebut, karena jauh sebelum adanya tulisan-tulisan itu, di Belahan Barat sana, sudah seringkali di tulis mengenai hal seperti  itu. Dan yang saya masih ingat adalah peringatan yang disampaikan oleh George Soros salah seorang investor kelas kakap yang turut serta di sebut-sebut turut ikut andil dalam krismon di Indonesia 1998. Pada saat harga emas mencapai diatas US$1000 per ounce, Soros pernah berucap bahwa harga emas sudah terlalu tinggi, atau seringkali di istilahkan bubble yang suatu saat bisa meletus. Dan memang harga emas sempat turun sebentar, namun akhirnya meluncur lagi bahkan bisa ke US$1900/oz. dan saat ini di kisaran US$1700.

 

Ketika ada sobat saya mengirimkan email tentang tulisan yang bernada negative tentang investasi emas,  dan meminta saya untuk menanggapinya, saya justru tidak membalas email tersebut dan  saya hanya tanggapi dengan senyuman,  loh kok aneh ?. menanggapi email dengan senyuman, apa yang mengirim email tahu ?. tahu ataupun gak tau saya tidak peduli, karena  dia sendiri sebenarnya sudah menjawab apa yang dia tanyakan. Begini cuplikan yang ia tuliskan “nek orang awam kaya kita -kita sih cari simplenya ajalah mau inves utk masa depan nanti biar insya Allah lebih baik gak usah jlimet – jlimet, akan lebih bermanfaat dipakai memikirkan yang lain. Dulu tahun 1999 waktu beli emas perhiasan untuk mas kawin sekitar 28 gram sekitar Rp.3.650.000,- Sekarang kalau dilepas sekitar Rp.10.800.000,-“. Nah loh saya gak perlu jawab kan ?. Bagi saya, pendapat dia yang berdasarkan pengalaman ini sudah sangat cukup untuk menjawab apa yang ia tanyakan. Benar Gak perlu njlimet, gak perlu analisa tingkat tinggi, dan gak perlu mumet. Karena dengan analisa apapun, secanggih apapun bahkan dengan hitungan super computer sekalipun tidak ada yang tahu dengan pasti masa depan, sebenarnya seperti apa sih masa depan harga emas ?.

Bagus juga kita menyimak dari para pemerhati investasi yang memperingatkan agar kita tidak terlena, tidak tertipu bujuk rayu, bahkan ber takhayul tentang emas. Karena dengan peringatan yang disampaikan oleh penulisnya tersebut kita lebih berhati-hati, tidak berspekulasi, bahkan menghabiskan seluruh dana, ataupun  berhutang demi untuk berinvestasi emas. Karena memang benar emas adalah komoditas yang bisa naik-turun, bahkan GATA (Gold Anti Trust Action) meyakini harga  emas bisa dipermainkan oleh kekuatan moneter tertentu, walaupun belum terbukti di pengadilan. Berinvestasi emas yang bijak tentu saja dengan rasional penuh perhitungan.

 

Mari kita lihat sejarah, dalam rentang yang panjang emas terus naik, jika pada 1971 hanya US$35 /ounce, kini di tahun 2011 US$1700/ounce, contoh lain lagi di Negeri kita pada 1996 lalu hanya Rp.28.000 per gram, kini Rp.530.000 per gram. Berinvestasi emas sangat baik pada saat krisis melanda, apalagi saat ini krisis Amerika yang dimulai tahun 2008 belum usai, menyusul kemudian Zona Euro seperti Yunani, Spanyol, Irlandia, Portugal, bahkan yang terakhir adalah Italia, yang merupakan kekuatan ekonomi besar di Eropa. Emas sudah exist selama 5000 tahun peradaban manusia, sedangkan uang kertas dan saham tidak lebih dari 100tahun. Menabung dalam bentuk emas masih lebih baik di bandingkan uang kertas, mempersiapkan financial dengan berbasis emas, lebih menjanjikan di banding dengan uang kertas. Saya sudah menuliskan bukunya untuk anda dengan judul : Golden Planner : Pasti Kaya dengan Investasi Emas, sudah tersedia di toko  buku Gramedia dan Gunung Agung.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: