Home > Analisa Harga > Anomali harga emas pada Desember 2011

Anomali harga emas pada Desember 2011

Mencermati harga pada bulan Desember terhadap harga emas di tahun ini cukup menjadikan mata terbelalak, karena memang sudah menjadi kebiasaan pada setiap akhir tahun si kuning kinclong selalu menunjukkan kinerja yang mencereng. Para analis pasar biasanya menghubungkan dengan kenaikan harga minyak Dunia yang selalu meningkat pada musim dingin, dimana kenaikan harga minyak selalu di ikuti harga komoditas lainnya, termasuk emas. Dan permintaan penduduk India yang di Bulan Desember selalu memborong emas, karena adanya upacara –upacara di Negara tersebut. Namun harga pasar tidak ada yang bisa menebak, harga pasar tidak ada yang bisa menghitung, karena memang ilmu perdukunan dan bukan pula ilmu matematis.

Mekanisme harga pasar tidak bisa di ukur hanya dengan hukum supply and demand, tidak pula hanya dengan  jumlah uang yang beredar, ataupun dengan hanya dengan sentimen-sentimen berita ekonomi oleh suatu Negara. Namun mekanisme itu terjadi atas dasar banyak hal yang sangat komplek yang kadangkala di luar skenario pikiran kita. dan peristiwa perubahan harga yang mengagetkan  ini tidak hanya terjadi pada harga emas saja, namun juga komoditas yang lain, bahkan naik-turunnya mata uang. Sehingga dalam banyak kesempatan, saya selalu bilang jangan berspekulasi dengan harga. Baik harga emas, maupun harga mata uang. Berspekulasi di komoditas/forex  online ataupun berpekulasi di dunia riil dengan memanfaatkan fasilitas perbankan.

 

Berikut saya sajikan data harga emas pada saat bulan desember, sejak 2006 sampai sekarang. Data ini diambil dari akhir Nopember terhadap akhir desember, namun khusus desember 2011. Hingga pertengahan bulan saja. Karena saat tulisan ini saya posting Desember 2011 belum berakhir.

Pada Desember 2006 – 2010 emas selalu tumbuh naik, dengan rata-rata 9%, bahkan puncak tertingginya saat krisis di Amerika 2008, emas naik sangat pesat, dalam waktu sebulan saja tumbuh 19%, di ikuti tahun berikutnya di 2010, emas naik 12%, dan ini juga terjadi pada Desember tahun 2006. Pada Desember 2007 dan 2010, emas pada Desember hanya naik sebesar 3% dan 1%, dan itupun sebuah kenaikan yang lumayan karena 1 bulan naik 1-3%. Dan pada 2011 emas terjerembab minus 6%.

 

Hal apa yang bisa membuat emas di Bulan Desember begitu drastis penurunannya ?.

Pertama yang bisa kita petik adalah kenaikan bulan-bulan sebelumnya yang sangat fantastis. Bila pada awal tahun emas ada di sekitar $1400, maka pada Agustus menembus $1900. Wow fantastic !!!. dengan kenaikan yang begitu besar tentu saja pada trader pemegang emas yang mengoleksi di awal tahun bisa melepasnya untuk mendapatkan keuntungan, sehingga sejak Agustus emas terus mengalami penurunan, hingga Pertengahan Desember ini.

 

Kedua adanya krisis di Benua Biru Eropa, setelah PIGS (Portugal, Irlandia, Greek,Spanyol). Kini Negara dengan kekuatan ekonomi ketiga terbesar di eropa setelah German dan Prancis. Italia ikut-ikutan  mengalami krisis juga, sampai-sampai Pak Berlusconi mengundurkan diri, mungkin tak sanggup lagi mengurai benang kusut ekonomi di Negaranya. Negeri  yang banyak melahirkan pembalap tersebut, salah satunya yang terhebat  adalah Valentine Rossi J . dan juga memproduksi Vespa yang dulu sempat menjadi tunggangan saya J J J,  mengalami problema yang hampir sama dengan yang lain. Problemnya adalah besar pasak daripada tiang. Belanjanya lebih besar dari pendapatannya sehingga harus hutang sana hutang sini .

 

Jika Amerika saat krisis dan membutuhkan uang tinggal ngeprint US$nya saja. Namun tidak begitu dengan zona Eropa, apalagi yang tergabung dalam mata uang tunggal Euro (nyari di keyboard gak nemu simbolnya J). Mata uang tunggal mereka tidak bisa serta-merta mereka cetak, karena terhubung dengan Negara lainnya. Kalau seluruh anggota Euro tidak bermasalah, mata uangnya baik-baik saja, bahkan sejak diluncurkan tahun 1999 dan saat itu 1 US$ sama dengan 1 Euro, mata uang tunggal eropa tersebut sempat melejit hingga 1euro = 1,6 US$ naik 60% terhadap US$ sejak diterbitkan. Namun kini 1 EUR = 1,3 US$. Akahkah kembali ke 1 EUR = 1US$ ?…… mungkin saja. (lihat kembali artikel US$ Index, klik disini)

 

Adanya kekhawatiran Zona Eropa itulah para pelaku-pelaku pasar beralih mengoleksi US$, karena memegang EUR mereka khawatir masa depan mata uang tersebut, atas krisis yang mendera Negara anggotanya, apalagi ECB (European Central Bank) bank Sentralnya EUR menurunkan  rate-nya hingga 1,25% per tahun. Atas hal-hal tersebut US$ di buru dan pemegang EUR beralih ke USD maka harga US$ menjadi mahal, dan ini berimbas kepada mata uang Rupiah kita juga, terbukti dari IUS$ = Rp8,5K, saat ini menjadi Rp9K. (K = Kilo atau x 1000, sudah mencoba menyederhakan mata uang tercinta Rupiah sebelum redenominasi. J).

 

Sampai kapan penurunan emas ini ?. Jawaban pastinya saya katakan “tidak tahu”. Namun kita perlu mengingat bahwa sebenarnya Amerika-pun juga belum pulih dari krisis yang melandanya pada 2 tahun lalu. dan kita juga jangan lupa bahwa konggres Amerika telah menyetujui penggelontoran uangnya ke pasar dengan nama QE3, yang bisa saja akan di lempar ke pasar pada tahun depan. Dan ingat bahwa emas hampir selalu dikaitkan dengan US$, US$ banyak beredar lagi, berarti positif untuk emas……………………….. kita tunggu saja

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: